>> home >> articles >> asma akibat aktifitas fisik

ASMA Akibat Aktifitas Fisik

Para ahli mengatakan bahwa, 85% pasien asma akan mengalami sesak napas / bunyi mengi ketika melakukan aktivitas fisik. Bahkan hampir 40% yang tidak mempunyai riwayat asma tetapi mempunyai riwayat penyakit alergi lainnya dan atau riwayat alergi pada keluarga, akan mengalami penyempitan saluran napas ketika melakukan aktifitas fisik.

Napas yang terus menerus selama aktifitas fisik dapat mengakibatkan kehilangan cairan dalam paru-paru yang dapat mengakibatkan penyempitan otot-otot jalan napas sehingga menimbulkan kesulitan bernapas.
Gejala-gejala lain yang timbul 5-10 menit setelah aktivitas fisik adalah jantung berdebar-debar, batuk dan dada rasa tertekan.

Paparan dengan udara dingin atau kelembaban rendah akan memperburuk gejala, dikarenakan kedua keadaan tersebut menurunkan suhu saluran napas bagian atas. Hal-hal lain yang dapat memperburuk asma akibat aktifitas fisik adalah polusi udara, banyaknya tepung sari di udara dan infeksi saluran napas.

Olahraga/Aktifitas fisik yang bisa mengakibatkan serangan Asma
(berurutan dari yang paling hebat)

  1. Lari (Termasuk Tenis, Bulu tangkis, Sepak bola, dll)
  2. Treadmill
  3. Bersepeda
  4. Berenang


Diagnosis

  1. Pasien mempunyai riwayat asma
  2. Dilakukan tes provokasi latihan (sepeda, lari, treadmill)
  3. Diukur tes fungsi paru : sebelum, selama aktifitas dan 20 menit setelah aktifitas fisik


Cara Pencegahan

  • Anda harus memilih jenis olah raga yang sesuai untuk anda. Olah raga renang merupakan olah raga terbaik bagi pasien asma dikarenakan kelembaban udara diatas permukaan air cukup tinggi (mencapai 94%) sehingga mencegah penguapan (water loss) dari paru-paru. Posisi tubuh saat berenang memungkinkan beban sirkulasi paru berkurang. Tekanan di dalam air dapat mengontrol irama pernapasan.
  • Obat-obatan diberikan beberapa saat sebelum olah raga dapat mencegah timbulnya asma akibat aktifitas fisik tersebut. Pasien bisa melakukan aktifitas fisik dengan aman jika menggunakan obat asma dengan cara yang benar setiap kali sebelumnya.
  • Jangan melakukan aktifitas fisik jika sedang menderita infeksi virus. Juga dianjurkan menghindari aktifitas fisik pada saat-saat musim semi (banyak tepung sari berterbangan) dan pada suhu udara dingin sekali.
  • Pemanasan (Warming Up) juga sangat berguna sebelum melakukan olah raga.


KESIMPULAN
Dahulu dianggap bahwa pasien asma tidak mungkin bisa berprestasi dalam kejuaraan olah raga. Sekarang dengan deteksi dan pengobatan yang tepat, pasien-pasien asma dapat berolah raga sesuai dengan bakatnya masing-masing sehingga olah raga dapat meningkatkan tingkat kebugaran pasien dan juga kepuasan berprestasi.

TIP bagi Perenang penderita Asma

  1. Lakukan pemanasan yang baik dan benar.
  2. Jika perlu, gunakan obat pencegahan terlebih dahulu sebelum berenang
  3. Jangan berenang jika sedang tidak sehat, terutama sedang flu.
  4. Pada saat berenang, posisi tubuh yang baik dan benar memungkinkan beban sirkulasi paru berkurang.
  5. Jangan terus menerus berenang lebih dari setengah jam. Beristirahatlah beberapa menit (15 menit) sebelum mulai berenang kembali.
  6. Selesai berenang, bilaslah tubuh sebersih mungkin untuk mengurangi paparan chlorin (kaporit) yang terdapat pada air kolam renang.
  7. Bawalah selalu di tas anda obat-obat serangan asma untuk mewaspadai kemungkinan terjadi serangan asma.