ALAMAT KAMI

Jl. Tanah Abang 3/18 - A
Telp : (021) 3503033, 3841919
Fax : (021) 3804652
Jakarta 10160

>> home >> articles >> wanita hamil dengan asma

Wanita hamil dengan asma

Warta Klinik
Oktober - Desember 2007

Seringkali kita khawatir dan takut ketika hamil atau sedang menjalani persalinan menderita serangan asma. Apakah berbahaya untuk kehamilan, persalinan dan janin yang dikandungnya ? Apakah obat-obat asma aman dikonsumsi selama kehamilan ?

Hilangkan perasaan cemas dan takut itu yang paling penting. Karena perasaan tersebut dapat menimbulkan stres yang merangsang produksi hormon oksitosin dan prostaglandin, yang berakibat kontraksi rahim sehingga terjadi kelahiran prematur.

Asma yang berat waktu kehamilan dapat mengganggu tumbuh kembang janin, mengakibatkan kelahiran prematur sampai kematian janin dalam kandungan. Semua itu disebabkan karena kekurangan oksigen dalam sirkulasi darah ibu dan janin.

Serangan asma berat yang terjadi pada waktu melahirkan dapat mengakibatkan proses melahirkan membutuhkan waktu yang lama karena hilangnya kontraksi otot-otot rahim dan panggul. Semua itu disebabkan karena kekurangan oksigen dalam sirkulasi darah ibu sehingga menimbulkan kelelahan fisik dan hilangnya tenaga untuk mengedan. Si ibu hamil akan mengalami hipoksia yang berakibat syok atau meninggal. Begitu pula janin yang dikandungnya bila terlalu lama berada di dalam rongga panggul akan mengalami hipoksia (kekurangan oksigen) dan janin akan mengalami tekanan fisk yang terlalu lama dalam rongga panggul yang berakibat kematian.

Pertama kita harus mengetahui bagaimana frekuensi serangan asma dalam sebulan atau seminggu, pada saat kapan atau sedang melakukan apa serangan asma tersebut timbul. Bila berdasarkan pengamatan anda sudah diketahui pada saat kapan atau sedang aktivitas apa serangan asma timbul, sikap anda adalah menghindari hal-hal tersebut dan istirahat di rumah. Bila frekuensi serangan asma lebih dari 2 kali dalam seminggu, anda harus konsultasi ke dokter untuk mendapatkan resep pemakaian obat semprot/inhaler untuk pencegahan serangan asma. Pemakaian obat-obat tersebut harus digunakan setiap hari sampai melahirkan. Obat-obat tersebut aman untuk wanita hamil dan janin yang dikandungnya.

Bila frekuensi serangan asma kurang dari 2 kali dalam sebulan, sebaiknya anda konsultasi ke dokter untuk mendapat obat asma yang tepat untuk kehamilanmu. Obat-obat asma yang diminum biasanya aman untuk kehamilan dan janin yang dikandungnya, dengan syarat dosis dan lama pemakaian obat yang tepat, dan obat hanya digunakan bila mengalami sesak napas. Untuk obat minum yang mengandung steroid, harus digunakan menurut instruksi dokter dan lama pemakaian kurang dari 1 minggu. Semua obat asma dalam sediaan inhaler/nebuliser adalah aman untuk wanita hamil dan janin.